Pengumuman

Tingkatkan Kesadaran Sport Dentistry, Dosen Kedokteran Gigi UNESA Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat di Ponpes Tarbiyatut Tholabah Lamongan

PACIRAN, LAMONGAN – Sebagai wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Program Studi Kedokteran Gigi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melakukan kunjungan silaturrahmi awal ke Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Paciran, Lamongan. Kunjungan ini merupakan langkah awal dimulainya program edukasi bertajuk “Peningkatan Kesadaran Sport Dentistry” bagi para santri.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat drg.Meirina Rosa Wisatya, M.MRS, yang merupakan dosen aktif di Kedokteran Gigi UNESA sekaligus praktisi dokter gigi di Klinik FMC. Kolaborasi ini membawa misi penting untuk mengintegrasikan keahlian akademis dan pengalaman klinis langsung ke tengah masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren.

Fokus pada Pencegahan dan Penanganan Cedera Olahraga
Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya aktivitas fisik dan olahraga di lingkungan pondok pesantren, yang seringkali belum dibarengi dengan pemahaman memadai mengenai kesehatan gigi dan mulut, terutama terkait risiko cedera saat berolahraga (sport dentistry).

“Edukasi yang kami bawa berbasis pada dua pilar utama: pencegahan (prevention) dan penanganan kegawatdaruratan (emergency handling). Kami ingin para santri memahami bagaimana melindungi gigi mereka saat bertanding dan apa yang harus segera dilakukan jika terjadi trauma atau gigi patah di lapangan,” ujar Ketua Tim PKM dalam sambutannya.

Sambutan Hangat dari Pihak Pesantren
Kehadiran tim dosen UNESA ini disambut dengan tangan terbuka oleh pengurus Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah. Pihak pesantren menilai program ini sangat relevan mengingat banyaknya santri yang aktif dalam berbagai cabang olahraga, mulai dari sepak bola hingga bela diri.

Melalui silaturrahmi ini, dilakukan koordinasi teknis mengenai pelaksanaan edukasi yang akan mencakup:

Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut dasar.

Pengenalan alat pelindung gigi (mouthguard) dalam olahraga.

Simulasi penanganan pertama pada cedera gigi dan jaringan lunak mulut.

Sinergi Akademisi dan Praktisi
Keterlibatan dokter gigi dari Klinik FMC dalam program ini memberikan nilai tambah berupa perspektif praktis dalam menangani kasus-kasus kegawatdaruratan medis gigi yang sering ditemui di lapangan. Sinergi antara dunia pendidikan (UNESA) dan layanan kesehatan (FMC) ini diharapkan dapat menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi kesehatan para santri di Paciran, Lamongan.

Kunjungan silaturrahmi ini diakhiri dengan penyerahan simbolis Term Of Refference dan sesi foto bersama, menandai dimulainya komitmen jangka pendek untuk membekali santri menjadi pribadi yang tidak hanya kuat secara mental dan spiritual, tetapi juga tangguh dan sehat secara fisik.

Penulis: drg. Meirina Rosa Wisatya, M.MRS

Foto: Dokumentasi Pribadi Dosen Kedokteran Gigi UNESA

https://youtu.be/-sGncdV-EuU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *